Lukman Alumni Sekolah Kejuruan sedang menjalani Studi di Kampus Jenderal suka menulis suka mendaki sedikit suka memasak.

Sensor CKP

sensor ckp
Harga Indonesia

Mobil dan motor keluaran baru saat ini banyak yang menggunakan sistem mesin injeksi atau EFI. Untuk membuat mesin dengan sistem tersebut dibutuhkan berbagai jenis sensor.

Beberapa motor yang meggunakan sensor ckp ini seperti pada merk motor dibawah ini :

  • sensor ckp pada Vario 125 dan Vario 110
  • Sensor ckp pada beat dan beat fi
  • Sensor ckp pada Scoopy

Salah satunya adalah sensor CKP (crankshaft position). Alat ini terkadang juga disebut sebagai sensor engkol.

BACA JUGA : √ Sensor Cahaya

Komponen Sensor CKP

CKP sensor atau sensor putaran merupakan sebuah alat elektronik yang berfungsi untuk memantau kecepatan rotasi crankshaft ataupun posisinya.

Alat ini letaknya berada di dalam mesin pembakaran internal. Dengan informasi yang dikumpulkan oleh sensor tersebut, manajemen mesin dapat mengatur timing sistem pengapian maupun parameter mesin lainnya.

Dalam pemasangannya, CKP sensor sering digabungkan dengan CMP sensor yang berguna memantau keterkaitan piston dan katup mesin.

Sehingga, dengan kombinasi kedua alat ini sistem manajemen mesin dapat mengatur waktu injeksi bahan bakar dengan tepat dan mengukur kecepatan putaran mesin setiap menit. CKP sensor tersedia dalam dua jenis, yaitu:

1.     Sensor Putaran Tipe Induksi

Sensor ini memiliki nama lain yaitu Magnetic Pickup Sensor. Alat tersebut memiliki gulungan coil yang berfungsi menginduksi magnet. Sehingga, tegangan listrik AC akan dihasilkan oleh efek dari induksi magnet tersebut.

Medan magnet ini akan berubah ketika gigi trigger wheel bergerak mendekat ke kutub sensor. Satu gelombang medan magnet akan tercipta ketika kutub magnet dilewati oleh gigi trigger wheel tersebut.

Nilai tegangan listrik yang tercipta tergantung pada jumlah coil yang ada pada sensor serta cepat lambatnya trigger wheel berputar.

Ketika mesin kendaraan distarter, tegangan listrik yang dihasilkan oleh sensor ini berkisar antara 1V hingga 2V. Namun saat kendaraan melaju atau putaran trigger wheel tinggi, tegangannya dapat mencapai lebih dari itu.

2.     Sensor Putaran Tipe Hall Effect

Sinyal output yang dihasilkan oleh tipe sensor ini tidak dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi pada medan magnet.

Di samping itu, alat ini hanya dapat menghasilkan tegangan output dalam jumlah yang sangat kecil, hanya bernilai mili volt.

Oleh karenanya, alat ini membutuhkan komponen lain yang dapat menghasilkan tegangan listrik yang lebih tinggi.

Gelombang sinyal yang dihasilkan oleh alat ini berbentuk square form atau sinyal digital. Bentuk sinyal tersebut berbeda dengan bentuk gelombang transversal (sinyal analog) yang dihasilkan oleh tipe induksi.

Selain itu, alat ini menghasilkan frekuensi sinyal yang berubah-ubah berdasarkan perubahan kecepatan putaran trigger wheel, namun lebar sinyalnya selalu tetap.

Fungsi Sensor CKP

CKP sensor memiliki fungsi utama sebagai pemantau kecepatan putaran dan posisi crankshaft. Dari pantauan tersebut, sensor akan mengeluarkan sinyal output pada ECU.

Selanjutnya, ECU memerintahkan injector untuk menginjeksi mesin dengan bahan bakar. Selain itu, ECU juga memerintahkan ICM untuk melakukan proses pengapian busi.

Dengan adanya sensor ini, mesin kendaraan memiliki performa yang lebih maksimal. Di samping itu, proses percepatan dan pengapian pada mesin kendaraan juga berjalan dengan lebih efektif dan efisien.

Rangkaian Sensor CKP {Penjelasan}

Rangkaian sensor ini terdiri dari komponen-komponen yang berbeda, tergantung pada tipe CKP sensor yang digunakan.

·         Rangkaian CKP Sensor Tipe Induktif

Rangkaian ini lebih sederhana karena tidak memerlukan sumber tegangan. Secara sederhana, rangkaian ini hanya terdiri dari alat sensor dan trigger wheel. Di dalam sensor ini terdiri dari sensor housing, inductive coil, permanent magnet, pole pin, coaxial coated protection, dan output signal wires.

Di depan sensor ini terdapat sebuah trigger wheel. Namun, di antara kutub sensor dan trigger wheel terdapat sedikit jarak atau disebut juga air gap. Nantinya,  sinyal yang dihasilkan sensor ini akan dialirkan melalui output signal wires.

·         Rangkaian CKP Sensor Tipe Hall Effect

Pada sensor tipe hall effect, Anda akan melihat bahwa rangkaian ini lebih rumit bentuknya.

Alat ini terdiri dari sensor housing, hall effect device, permanent magnet, output wires, dan integrated electronics.

Di depan sensor ini juga dipasang dengan sebuah trigger wheel yang jaraknya sangat kecil dari sensor.

Agar sensor ini dapat bekerja dengan maksimal, maka suplai sumber tegangan biasanya sebesar 5 V. Namun, pada beberapa mesin, suplai tersebut besarnya adalah 12 V.

Sensor CKP merupakan salah satu sensor yang memiliki peranan penting dalam mesin dengan sistem fuel injection. Sensor tersebut dapat ditemukan dalam mesin pembakaran yang ada pada motor maupun mobil.

Lukman Alumni Sekolah Kejuruan sedang menjalani Studi di Kampus Jenderal suka menulis suka mendaki sedikit suka memasak.

Thermistor

Lukman
1 min read

Pengertian Mikrokontroller

Lukman
2 min read

PCB

Lukman
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *