Lukman Alumni Sekolah Kejuruan sedang menjalani Studi di Kampus Jenderal suka menulis suka mendaki sedikit suka memasak.

Pengertian Mikrokontroller

Selengkapnya tentang Pengertian, Diagram, Penggunaan, Kelebihan & Kekurangan Mikrokontroller baca disini!!

gambar mikrokontroller

Mikrokontroler merupakan sebuah komputer kecil yangg dikemas dalam bentuk chip IC (Integrated Circuit) dan didesain untuk melakukan tugas alias operasi tertentu.

Pada dasarnya, sebuah IC Mikrokontroler terdiri dari satu alias lebih Inti Prosesor (CPU), Memori (RAM dan ROM) dan perangkat INPUT dan OUTPUT yg bisa diprogram.

Baca Juga : √ Pengertian PCB 

Penggunaan Mikrokontroller

Dalam pengaplikasiannya, Pengendali Mikro yg dalam bahasa Inggris disebut dengan Microcontroller ini dipakai dalam produk ataupun perangkat yg dikendalikan dengan cara otomatis semacam sistem kontrol mesin mobil, perangkat medis, pengendali jarak jauh, mesin, peralatan listrik, mainan dan perangkat-perangkat yg memakai sistem tertanam lainnya.

Kemampuan Mikrokontroller

Penggunaan Mikrokontroler ini terus terkenal sebab kemampuannya yang bisa mengurangi ukuran dan anggaran pada sebuah produk alias tampilan jika dibandingkan dengan tampilan yg dibuat dengan memakai mikroprosesor dengan memori dan perangkat input dan output dengan cara terpisah.

Dibawah ini merupakan diagram Blok dan Struktur Mikrokontroler beserta penjelasan pendek mengenai bagian-bagian utamanya.

Block diagram mikrokontroller

1. CPU

CPU merupakan otak mikrokontroler. CPU bertanggung jawab untuk mengambil aba-aba (fetch), menerjemahkannya (decode), lalu akhirnya dieksekusi (execute).

CPU menghubungkan setiap tahap dari mikrokontroler ke dalam satu sistem. Fungsi mutlak CPU merupakan mengambil dan mendekode instruksi. Instruksi yg diambil dari memori acara wajib diterjemahkan alias melakukan decode oleh CPU tersebut.

2. Memori (Penyimpanan)

Fungsi memori dalam mikrokontroler sama dengan mikroprosesor. Memori Ini dipakai untuk menyimpan data dan program.

Sebuah mikrokontroler biasanya mempunyai sejumlah RAM dan ROM (EEPROM, EPROM dan lain-lainnya) alias memori flash untuk menyimpan kode sumber acara (source code program).

3. Port INPUT / OUTPUT paralel

Port Input / Output paralel dipakai untuk mendorong alias menghubungkan beberapa perangkat semacam LCD, LED, printer, memori dan perangkat INPUT/OUTPUT lainnya ke mikrokontroler.

4. Port Serial (Serial Port)

Port serial menyediakan beberapa antarmuka serial antara mikrokontroler dan periferal lain semacam port paralel.

5. Pengatur Waktu dan Penghitung (Timer dan Counter)

Timer dan Counter merupakan salah satu manfaat yg sangat bermanfaat dari Mikrokontroler. Mikrokontroler mungkin mempunyai lebih dari satu timer dan counter.

Pengatur waktu (Timer) dan Penghitung (Counter) menyediakan semua manfaat pengaturean waktu dan penghitungan di dalam mikrokontroler. Operasi mutlak yg dilakukan di tahap ini merupakan manfaat jam, modulasi, pembangkitan pulsa, pengukuran frekuensi, osilasi, dan lain sebagainya. Bagian ini juga bisa dipakai untuk menghitung pulsa eksternal.

6. Analog to Digital Converter alias Pengonversi Analog ke Digital (ADC)

Konverter ADC dipakai untuk merubah sinyal analog ke bentuk digital. Sinyal input dalam konverter ini wajib dalam bentuk analog (misalnya Output dari Sensor) sedangkan Outputnya dalam bentuk digital. Output digital bisa dipakai untuk beberapa software digital semacam layar digital pada Perangkat pengukuran.

7. Digital to Analog Converter alias Pengonversi Digital ke Analog (DAC)

DAC melakukan operasi pembalikan konversi ADC. DAC merubah sinyal digital menjadi format analog. Ini biasanya dipakai untuk mengendalikan perangkat analog semacam motor DC dan lain sebagainya.

8. Kontrol Interupsi (Interrupt Control)

Kontrol interupsi alias Interrupt Control dipakai untuk menyediakan interupsi (penundaan) untuk acara kerja. Interrupt bisa berupa eksternal (diaktifkan dengan memakai pin interrupt) alias internal (dengan memakai aba-aba interupsi selagi pemrograman).

9. Blok Fungsi Khusus (Special Functioning Block)

Beberapa Mikrokontroler yg hanya bisa dipakai untuk beberapa software khusus (misalnya sistem Robotik), pengontrol ini mempunyai beberapa port tambahan untuk melakukan operasi khusus tersebut yang umumnya dinamakan dengan Blok Fungsi Khusus.

Kelebihan mutlak dari mikrokontroler :

  • Mikrokontroler bertindak sebagai mikrokomputer tanpa wajib ada komponen digital tambahan lainnya
  • Penggunaan mikrokontroler sederhana dan mudah untuk memecahkan persoalan dan pemeliharaan sistem.
  • Sebagian besar pin bisa diprogram oleh pemakai untuk melakukan beberapa fungsi.
  • Mudah menghubungkan port RAM, ROM dan I / O tambahan.
    Waktu yg diharapkan untuk melakukan operasi rendah.
  • Dapat mengurangi anggaran dan ukuran sistem sebab integrasi yg lengkap dalam sebuah mikrokontroler.

Kekurangan dari Mikrokontroler

  • Mikrokontroler mempunyai arsitektur yg lebih kompleks daripada mikroprosesor.
  • Kebanyakan hanya dipakai dalam peralatan-peralatan mikro.
    Tidak bisa terhubung dengan perangkat yg berdaya tinggi dengan cara langsung.
  • Hanya melakukan eksekusi dalam jumlah terbatas dalam waktu yg bersamaan.

Ismadaniyah.com_Demikian tentang Mikrokontroller dari penjelasan  pengertian sampai dengan kelebiha dan kekurangan

Lukman Alumni Sekolah Kejuruan sedang menjalani Studi di Kampus Jenderal suka menulis suka mendaki sedikit suka memasak.

Thermistor

Lukman
1 min read

PCB

Lukman
2 min read

Dioda

Lukman
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *